Jomblo Dengan Sejuta Kerinduan? Santuy! Gak Selamanya Jomblo Ngenes Kok! Nih Buktinya

“It’s better to be single with high standards than in a relationship settling for less.” — Anonymous.

Lebih baik jomblo dengan standart tinggi dari pada memiliki hubungan yang kurang memuaskan” – Anonim

Saat ini aku hidup dalam kutipan tersebut. Mungkin kamu juga setuju dengan apa yang tertulis dalam quote itu tapi kata kata inspirasional pada halaman ini cenderung mengalihkan kita dari hal yang paling utama yaitu kebahagiaan. Sebelum kamu swipe lebih bawah lagi, disini aku akan memberikan cerita lain yang sangat klise, baca baik baik ya geng, kuy lah!

Konsep kebahagiaan dianggap  sangat mendalam dan terlalu curam sehingga kita menghabiskan waktu sejenak untuk merenungkan apa yang kita inginkan untuk masa depan. Beberapa konsep kebahagiaan bagi orang mungkin sangatlah berbeda satu sama lain, misalnya: memiliki rumah mewah, bisa jalan – jalan keliling dunia, atau jatuh cinta dengan seseorang yang kamu benar benar cintai?. Satu pengakuan yang harus aku akui, aku sudah menjomblo selama hidup ini alias jones (jomblo ngenes). Tapi mengapa demikian? Ini penjelasannya!.

Aku selalu menjadi orang terakhir yang terpilih dalam tim olahraga di SMA ku. Aku selalu duduk sendirian di kantin dan malu untuk mendekati siapapun. Aku takut ditolak atau lebih buruknya malah akan ditertawakan ketika aku ingin mendekati para cewek disekolahku. Kamu akan berpikir dengan kejadian itu semua memaksaku untuk membaca lusinan buku pengembangan diri supaya aku bisa memiliki kepercayaan diri untuk mendekati gadis cute yang aku sukai. Eits, bukan itu yang terjadi, sebaliknya malah aku ingin fokus dalam hal apa saja yang aku ingin capai dalam hidupku. Disisi lain, kamu akan melihat banyak cerita dengan judul yang mirip seperti:

  • 21 tips membuat hubunganmu sempurna
  • 12 tips untuk menciptakan gairah & keintiman dengan pasanganmu
  • Bagaimana menjadi pasangan yang sempurna dalam hubunganmu. 

Ini adalah daftar pendek dari banyak artikel yang aku temui bahkan terdaftar di rekomendasiku. Dalam dunia sensasionalisme & clickbait, orang akan berusaha untuk menciptakan judul yang sempurna untuk menarik pembaca, mendapat penggemar terbanyak, dan berpotensi menghasilkan uang bagi mereka. Aku tidak menyalahkan mereka malah justru aku sangat menghormati para penulis tersebut karena mau berbagi saran terhadap pembacanya. Tapi sebelum kita lanjut, jujur aja ni sama diri sendiri: kamu bahagia gak sih sama status hubunganmu saat ini?. Disini aku akan memberikan sebuah kebenaran tentang mengapa aku sampai saat ini masih jomblo. Berikut ini hanya dokumentasi yang aku ambil sebagai cerita yang akan aku share ke kalian. Kuy lah!

Aku jarang banget keluar rumah & aku merasa ini bukanlah hal yang salah.

Memang sih ada aplikasi Tinder, OKCupid, Badoo dan lainnya cuma ini bukan sesuatu hal yang aku inginkan. Aku tipe orang yang hobi duduk di sofa, main MacBook, makan pizza dan nonton Netflix. Aku gak suka pergi clubbing, pesta, atau festival. Aku lebih suka melakukan aktifitas sendiri dan menunggu seseorang yang tepat. Setidaknya, itulah yang ingin aku pikirkan. Baru baru ini aku memulai perubahan baru, dengan pindah ke Kanada (dalam waktu beberapa bulan), dan saat ini aku mencoba membuat karya tulis ini supaya setidaknya aku ada kerjaan dari pada gabut banget geng, terlalu santuy juga tidak asyik. Aku harap sih aku bakal bertemu seseorang di Kanada yang juga suka travelling nantinya. 

Aku menghabiskan seluruh waktuku untuk bekerja.

Konsep dari “keseimbangan dari kerja dan hidup” tidak pernah ada dalam hidupku. Aku tidak bisa merubah siapa aku ini; ya inilah aku. Bagian dari diri ini adalah mencari seseorang yang mengerti etika kerja seorang wirausahawan, dan pengorbanan yang diperlukan untuk mengejar cita-cita. Walau mungkin bisa berubah dimasa depan, tapi cukup sulit untuk menemukan seseorang yang memahami pola pikirku ini. Aku tuh beneran takut ditolak.

Sebagian dari diriku ingin menjalin sebuah hubungan.

Aku tidak tau bagaimana caranya namun, membayangkan betapa indahnya ketika aku sedang jalan-jalan bersama seseorang disandingku itu akan membuatku bahagia. Seperti hiking bersama dia, pergi ke pantai bersama dia, keluar negeri sama dia dan banyak hal lainnya deh. Tapi ini masalahnya: aku bener bener takut ditolak. Ketakutan itu tetap menghantuiku selama bertahun-tahun. Serem kan. Gimana gak paranoid coba.

Kesimpulannya: 

Menjadi jomblo adalah pilihan. Lagi pula, aku bisa aja main Tinder atau sebagainya tapi bukan ini yang aku inginkan. Aku gak peduli sama kehidupan yang fana contohnya post story bareng pacar, menjalin sebuah pernikahan dan sebagainya. Oke, semua itu memang indah tapi bukan prioritasku saat ini. Aku emang peduli tentang kebahagiaan. Masuk ke suatu hubungan hanya karena menginginkan hubungan tersebut tidak akan membuatku bahagia. Sampai saatnya tiba ketika seseorang datang ke dalam hidup ini yang akan membuatku bahagia, aku akan stay jomblo aja dan gak peduli mau menunggu berapa lama. 

Aku akan mengutip suatu kutipan yaitu “ jika kamu tidak bahagia melajang, kamu juga tidak akan bahagia ketika kamu tidak lajangpun. Kebahagiaan datang dari dalam bukan dari pasanganmu.” – anonim. 

Nah itulah kenapa aku masih jomblo geng. Paham kan ya sekarang.

Source: Matt Lillywhite @ Medium

Jangan lupa follow fanpage Facebook kita ya geng: Swipe Mango atau Swipe Mango Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *